Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2021

Mama Papa Larang

  Kritik dan Esai Video Klip “Mama Papa Larang (Judika)  Oleh Mahasiswa  Unipa Surabaya  Sebagaimana yang saya lakukan pada minggu-minggu sebelumnya, kali ini saya akan menuangkan ulasan terhadap karya dari mahasiswa Unipa Surabaya dalam bentuk video klip "Mama Papa Larang" (Judika).  Sebelum saya menuangkan ulasan mengenai video klip, terlebih dahulu saya mendengarkan, melihat serta memahami isi yang disampaikan pada video klip tersebut. Kemudian saya lanjutkan dengan mengulas video klip tersebut dengan pendapat saya sendiri. Saya tidak berniat untuk menjatuhkan pihak manapun, saya hanya memberikan pendapat dari pandangan saya sendiri.  Pertama, saya akan memberikan ulasan mengenai lagu “Mama Papa Larang” yang merupakan salah satu lagu dari Judika. Sesuai dengan judulnya, lagu ini mengisahkan tentang perjalanan asmara Judika dengan kekasihnya yang bernama Duma Riris Silalahi. Perjalanan asmara mereka berdua tidak mudah dan mulus begitu saja. Banyak r...

Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia

Gambar
  Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia karya Taufiq Ismail I Ketika di Pekalongan, SMA kelas tiga Ke Wisconsin aku dapat beasiswa Sembilan belas lima enam itulah tahunnya Aku gembira jadi anak revolusi Indonesia  Negeriku baru enam tahun terhormat diakui dunia Terasa hebat merebut merdeka dari Belanda Sahabatku sekelas, Thomas Stone namanya, Whitefish Bay kampung asalnya Kagum dia pada revolusi Indonesia  Dia mengarang tentang pertempuran Surabaya Jelas Bung Tomo sebagai tokoh utama Dan kecil-kecilan aku nara-sumbernya Dadaku busung jadi anak Indonesia Tom Stone akhirnya masuk West Point Academy Dan mendapat Ph.D. dari Rice University Dia sudah pensiun perwira tinggi dari U.S. Army Dulu dadaku tegap bila aku berdiri Mengapa sering benar aku merunduk kini  II Langit langit akhlak rubuh, di atas negeriku berserak-serak Hukum tak tegak, doyong berderak-derak Berjalan aku di Roxas Boulevard, Geylang Road, Lebuh Tun Razak, Berjal...

Setan Banteng

  Kritik dan Esai Cerpen “Setan Banteng”  karya Seno Gumira Ajidarma Cerpen “Setan Banteng”  merupakan salah satu karya dari Seno Gumira Ajidarma. Seno Gumira Ajidarma lahir di Boston pada tanggal 19 Juni 1958. Seno Gumira Ajidarma telah banyak menghasilkan karya yang di muat pada media salah satunya yaitu cerpen. Lubis (dalam Rampan 2009:1) menjelaskan bahwa cerpen merupakan cerita yang bisa di baca dua hingga tiga kali dengan jumlah perkataan berkisar antara 300-30.000 kata.  Dalam cerpen yang berjudul setan banteng ini menggambarkan tentang bagaimana pentingnya pendidikan karakter bagi seorang anak. Pendidikan karakter perlu ditanamkan sejak dini seperti halnya dalam cerpen tersebut. “ Ayo masuk kelas!” Teriaknya lagi, “Mau jadi ilmuwan macam apa kalian?” Lantas suaranya merendah, seperti bicara untuk dirinya sendiri. “Sejak kecil sudah bermain setan…  Pada kutipan tersebut, menggambarkan bahwa pentingnya memberikan pemahaman terhadap anak tentang s...