Setan Banteng
Kritik dan Esai Cerpen “Setan Banteng”
karya Seno Gumira Ajidarma
Cerpen
“Setan Banteng” merupakan salah satu karya dari Seno Gumira Ajidarma.
Seno Gumira Ajidarma lahir di Boston pada tanggal 19 Juni 1958. Seno Gumira
Ajidarma telah banyak menghasilkan karya yang di muat pada media salah satunya
yaitu cerpen. Lubis (dalam Rampan 2009:1) menjelaskan bahwa cerpen merupakan
cerita yang bisa di baca dua hingga tiga kali dengan jumlah perkataan berkisar
antara 300-30.000 kata.
Dalam cerpen yang berjudul setan banteng ini menggambarkan
tentang bagaimana pentingnya pendidikan karakter bagi seorang anak. Pendidikan
karakter perlu ditanamkan sejak dini seperti halnya dalam cerpen tersebut.
“Ayo masuk kelas!” Teriaknya lagi, “Mau jadi ilmuwan
macam apa kalian?”
Lantas suaranya merendah, seperti bicara untuk dirinya
sendiri.
“Sejak kecil sudah bermain setan…
Pada kutipan tersebut, menggambarkan bahwa pentingnya
memberikan pemahaman terhadap anak tentang sikap dan perilaku agar tidak
melakukan hal yang membahayakan mereka. Pada cerpen tersebut terlihat ada
anak yang sedang bermain permainan yang dianggap berbahaya terhadap dirinya.
Permainan tersebut serupa dengan mendatangkan arwah yang dapat merasuki tubuh
manusia, sehingga tingkahnya menjadi tidak terkontrol atau tidak sadar. Apabila
anak-anak tersebut bermain tanpa pengawasan dari orang yang lebih dewasa maka
akan menimbulkan dampak buruk bagi mereka maupun lingkungan sekitar. Pendidikan
karakter perlu diberikan sejak anak masih berusia dini. Karena, ketika anak
masih diusia dini mereka lebih mudah untuk diarahkan dalam hal kebaikan. Tujuan
dari pendidikan karakter ini yaitu mengembangkan kebiasaan dan perilaku yang
terpuji dan sejalan dengan nilai-nilai universal dan tradisi budaya bangsa yang
religius.
Cerpen
“Setan Banteng” sangat menarik untuk dibaca meskipun makna yang terdapat dalam
cerpen tersebut sulit dipahami. Dari cerpen tersebut kita dapat mengambil sisi
positifnya untuk pembelajaran kita dalam kehidupan sehari-hari.
Komentar
Posting Komentar