Postingan

KELIMA CERPEN KARYA M. SHOIM ANWAR

  KRITIK ESAI LIMA CERPEN KARYA M. SHOIM ANWAR             Seperti pekan-pekan sebelumnya, saya akan mengulas tentang karya sastra yaitu cerpen.   Cerpen yang akan saya ulas kali ini karya seorang Sastrawan yang bernama M. Shoim Anwar. Tentunya nama M. Shoim Anwar tidak asing lagi di dunia sastra tanah air. M. Shoim Anwar lahir di Desa Sambong, Dukuh, Jombang pada tanggal 16 Mei 1963.   M. Shoim Anwar banyak menulis cerpen, novel, esai, dan puisi di berbagai media.           Cerpen karya M. Shoim Anwar yang akan saya ulas kali ini yaitu Sorot Mata Syaila, Sepatu Jinjit Aryanti, Bambi dan Perempuan berselendang Baby Blue, Tahi Lalat, dan Jangan ke Istana, Anakku. Setiap cerpen pasti memiliki kesamaan maupun perbedaan, entah itu dari unsur intrinsik, keadaan sosial, maupun yang lainnya.         Pada cerpen Sorot Mata Syaila menggambarkan tentang seorang laki-laki yang bertemu d...

Mama Papa Larang

  Kritik dan Esai Video Klip “Mama Papa Larang (Judika)  Oleh Mahasiswa  Unipa Surabaya  Sebagaimana yang saya lakukan pada minggu-minggu sebelumnya, kali ini saya akan menuangkan ulasan terhadap karya dari mahasiswa Unipa Surabaya dalam bentuk video klip "Mama Papa Larang" (Judika).  Sebelum saya menuangkan ulasan mengenai video klip, terlebih dahulu saya mendengarkan, melihat serta memahami isi yang disampaikan pada video klip tersebut. Kemudian saya lanjutkan dengan mengulas video klip tersebut dengan pendapat saya sendiri. Saya tidak berniat untuk menjatuhkan pihak manapun, saya hanya memberikan pendapat dari pandangan saya sendiri.  Pertama, saya akan memberikan ulasan mengenai lagu “Mama Papa Larang” yang merupakan salah satu lagu dari Judika. Sesuai dengan judulnya, lagu ini mengisahkan tentang perjalanan asmara Judika dengan kekasihnya yang bernama Duma Riris Silalahi. Perjalanan asmara mereka berdua tidak mudah dan mulus begitu saja. Banyak r...

Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia

Gambar
  Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia karya Taufiq Ismail I Ketika di Pekalongan, SMA kelas tiga Ke Wisconsin aku dapat beasiswa Sembilan belas lima enam itulah tahunnya Aku gembira jadi anak revolusi Indonesia  Negeriku baru enam tahun terhormat diakui dunia Terasa hebat merebut merdeka dari Belanda Sahabatku sekelas, Thomas Stone namanya, Whitefish Bay kampung asalnya Kagum dia pada revolusi Indonesia  Dia mengarang tentang pertempuran Surabaya Jelas Bung Tomo sebagai tokoh utama Dan kecil-kecilan aku nara-sumbernya Dadaku busung jadi anak Indonesia Tom Stone akhirnya masuk West Point Academy Dan mendapat Ph.D. dari Rice University Dia sudah pensiun perwira tinggi dari U.S. Army Dulu dadaku tegap bila aku berdiri Mengapa sering benar aku merunduk kini  II Langit langit akhlak rubuh, di atas negeriku berserak-serak Hukum tak tegak, doyong berderak-derak Berjalan aku di Roxas Boulevard, Geylang Road, Lebuh Tun Razak, Berjal...