Mama Papa Larang

 Kritik dan Esai Video Klip “Mama Papa Larang (Judika)

 Oleh Mahasiswa  Unipa Surabaya 


Sebagaimana yang saya lakukan pada minggu-minggu sebelumnya, kali ini saya akan menuangkan ulasan terhadap karya dari mahasiswa Unipa Surabaya dalam bentuk video klip "Mama Papa Larang" (Judika). 

Sebelum saya menuangkan ulasan mengenai video klip, terlebih dahulu saya mendengarkan, melihat serta memahami isi yang disampaikan pada video klip tersebut. Kemudian saya lanjutkan dengan mengulas video klip tersebut dengan pendapat saya sendiri. Saya tidak berniat untuk menjatuhkan pihak manapun, saya hanya memberikan pendapat dari pandangan saya sendiri. 

Pertama, saya akan memberikan ulasan mengenai lagu “Mama Papa Larang” yang merupakan salah satu lagu dari Judika. Sesuai dengan judulnya, lagu ini mengisahkan tentang perjalanan asmara Judika dengan kekasihnya yang bernama Duma Riris Silalahi. Perjalanan asmara mereka berdua tidak mudah dan mulus begitu saja. Banyak rintangan yang mereka alami, bahkan mereka sempat break untuk beberapa saat. Judika sempat tidak mendapatkan restu dari orang tua Duma Riris Silalahi. Namun, mereka berdua terus berjuang dan saling support satu sama lain untuk meyakinkan orang tuanya (Duma Riris Silalahi). Pengorbanan yang mereka lakukan pada saat itu tidak sia-sia, karena pada akhirnya orang tua Duma memberikan restu kepada Judika dan Duma untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan. Dari lagu tersebut, kita bisa belajar bahwa untuk mencapai apa yang kita inginkan perlu sebuah pengorbanan. Berbicara tentang pengorbanan tidak harus soal asmara saja melainkan tentang tujuan hidup, karier, dan pendidikan. Kita percaya bahwa proses pengorbanan dan perjuangan yang kita lalui akan mendapatkan hasil yang baik. 

Kedua, video klip “Mama Papa Larang” (Judika) oleh mas Alfian, mbak masnah, dan mbak Lintang yang merupakan mahasiswa Unipa Surabaya angkatan 2014 ini cukup bagus. Ada beberapa adegan yang menurut saya itu kurang tepat. Ekspresi mas Alfian saat menyanyi masih terlihat kaku, sehingga kurang menghayati sebagai perannya tersebut. Kemudian pada adegan terakhir, saat kekasih mas Alfian memutuskan untuk pergi dari rumah dan tidak lama kemudian kembali lagi itu menurut saya kurang tepat. Dilihat dari video klipnya tersebut belum terlihat adegan pengorbanan yang dilakukan oleh mas Alfian untuk medapatkan restu dari orang tua kekasihnya. Sehingga video klipnya terlihat monoton. 

Terimakasih, saya mohon maaf apabila ada salah kata yang mungkin menyinggung perasaan dari beberapa pihak . 

Komentar