Cerpen Di Jalan Jabal Al-Kaabah

"Cerpen Di Jalan Jabal Al-Kaabah"
   Karya M Shoim Anwar


Cerpen merupakan salah satu karya sastra berbentuk prosa yang dikemas secara ringkas, serta menceritakan suatu kisah fiktif yang berpusat pada satu tokoh beserta dengan konflik dan penyelesaiannya. (https://salamadian.com/pengertiancerpen/#:~:text=Pengertian%20Cerpen%20adalah%20salah%20satu,padat%20tanpa%20mengurangi%20unsur-unsurnya.)

Cerpen Di Jalan Jabal Al-Kaabah adalah salah satu cerpen karya dari M shoim Anwar  yang merupakan salah satu Sastrawan Indonesia. M Soim Anwar telah banyak menulis karya sastra seperti cerpen, puisi, dan isei. 

Cerpen Di Jalan Jabal Al-Kabaah ini menceritakan tentang seorang kepala desa yang memimpin suatu daerah yang mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai pengemis. Kepala desa tersebut bernama Tuan Amali. Tuan Amali bukanlah penduduk asli daerah tersebut. Selama menjadi kepala desa Tuan Amali selalu gagal untuk mensejahterakan  kehidupan masyarakatnya. Masyarakat di daerah tersebut selalu beranggapan bahwa masalah rezeki sudah di atur oleh Allah SWT, sehingga mereka pasrah begitu saja dan menyalahgunakan poin tersebut dengan cara meminta-minta kepada orang lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. 

            Selain menceritakan mayarakat yang bekerja sebagai pengemis, cerpen ini juga menceritakan Tuan Amali yang sedang menjalan ibadah di Tanah Suci. Selama berada di Tanah Suci Tuan Amali bertemu dengan anak-anak yang sedang meminta-minta belaskasih dari orang yang sedang menjalankan Ibadah. Melihat anak-anak tersebut Tuan Amali merasa kasihan dan memberikan uang kepada mereka. Tak lama kemudian, Tuan Amali melihat kejadian dimana anak-anak tersebut sebenarnya tidak buntung melainkan tangannya hanya ditekuk agar terlihat tidak mempunyai tangan. Melihat kejadian tersebut, Tuan Amali merasa jengkel karena merasa telah dibohongi dan menodai tanah suci dengan hal yang tidak baik. 

Dari cerpen tersebut, mengajarkan kepada pembaca bahwa kita tidak boleh berbohong, karena berbohong merupakan hal yang di benci oleh Allah SWT. Selain itu, cerpen ini juga mengajarkan bahwa kita tidak boleh terlalu bergantung kepada orang lain, jika kita menginginkan sesuatu maka kita harus berusaha terlebih dahulu jangan meminta belaskasih dari orang lain. 


Komentar